Gratitude

Beberapa waktu belakangan, orang-orang jatuh sakit secara bergantian. Dari yang batuk pilek, demam, sampai diare. Ibu bapak saya juga mengalaminya bersamaan, sampai terpikir saya yang berikutnya.

Taaaataapi, saya justru masih bisa survive walau dihadapkan lembur hampir tiap hari (kecuali on period days, dunia rasanya runtuh). Sampai heran, apa karena tinggal di bekasi membuat imun kebal. Atau karena secara engga langsung, diluar lingkungan yang penuh ketegangan, saya justru merawat diri dengan baik, misal dari apa yang di konsumsi atau aktivitas rutin.

Dan oleh sebab saya merasa gratefully, tiap weekend ada semacam ritual yang saya pikir harus berkelanjutan, sebagai bentuk terima kasih ke diri yang sudah beri kehidupan ini sebaik-baiknya.

Saya pergi ke Watsons untuk beli beberapa item perawatan diri, lalu menghabiskan malam dengan menenangkan diri dengan hiburan lucu, pijat lulur dengan aroma cokelat, menenangkan wajah dengan shooting mask, menenangkan mata dengan Megrythym, creambath dengan aroma royal jelly, menghidrasi kulit dengan semua skincare step itu dan diakhiri tidur lebih cepat.

Leave a Reply